Tampilkan postingan dengan label ISLAMIC. Tampilkan semua postingan

gravatar

Tipe wanita yang dianjurkan untuk dinikahi


Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya:

1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.

Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta’ala,

Read More...
gravatar

Tata Cara Dan Do'a Shalat Tahajud


ilustrasi shalat tahajud

Shalat Tahajud adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.
Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.

A. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud
  1. Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 sampai jam 22.00
  2. Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00
  3. Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.

Read More...
gravatar

Percakapan Nabi Muhammad SAW dengan Iblis

kaligrafi Nabi Muhammad saw
Di bawah ini ada hal-hal yang perlu diketahui oleh setiap Muslim tentang perilaku Iblis, tipudayanya, kelicikannya, dan segala keburukan yang bisa jadi akan ditimpakan kepada kita. Mudah-mudahan berguna sebagai pedoman hidup. Insya Allah.

Dialog Nabi Saw dengan Iblis Laknatullah
Ketika kami sedang bersama Rasulullah Saw di kediaman salah seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu rumah. Kemudian terdengar suara orang dari luar rumah:
(Iblis Laknatullah): Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. Aku akan menyampaikan banyak hal kepada kalian.
(Nabi Saw): Itu Iblis laknatullah. Laknat Allah bersamanya.
Mengetahui bahwa itu Iblis, Umar ingin membunuhnya.
(Nabi Saw): Sabar, wahai Umar. Bukankah engkau mengetahui bahwa Allah memberinya kesempatan (bertobat atau sesat) hingga hari kiamat? Bukakan pintu untuknya. Aku telah mengetahui bahwa ia telah diperintahkan oleh Allah untuk datang ke sini. Fahamilah apa yang hendak ia katakan. Dengarkan dengan seksama.

Read More...
gravatar

Kehancuran Yahudi Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Secara global Al-Qur’an mengabarkan kehancuran Yahudi, seperti firman-Nya:

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

“Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai”. (QS. Al-Isra’: 7)

Sejak 1948 Yahudi merampas tanah Palestina. Dan sejak 2006 sampai sekarang mereka memblokade Gaza. Sehingga sekitar 1,5 juta jiwa muslim terkurung rapat dari dunia luar. Berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu mereka selalu digagalkan oleh Israel, termasuk misi kemanusiaan yang baru saja diserang pasukan komando Israel di perairan Gaza (Laut Mediterania). Tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menghentikan kebiadaban Israel. Pengepungan dan pemenjaraan massal oleh penjajah Israel dengan pembangunan tembok pemisah dimulai 16 Juni 2002 di Tepi Barat dengan dalih pengamanan. Panjang tembok tersebut mencapai 721 km sepanjang Tepi Barat, tinggi 8 meter sehingga mengisolasi lahan pertanian milik penduduk Palestina yang ditanami berbagai buah, seperti anggur dan zaitun. Hal ini berakibat perekonomian Palestina terpuruk. Pengepungan ini sudah dinubuwatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Hampir tiba masanya tidak dibolehkan masuk (embargo) kepada penduduk Iraq meski hanya satu qafiz makanan dan satu dirham,” Kami bertanya dari mana larangan itu? Beliau menjawab: “Dari orang-orang asing yang melarangnya.” Kemudian berkata lagi: “Hampir tiba masanya tidak diperbolehkan masuk (blokade) kepada penduduk Syam (Palestina) meski hanya satu dinar dan satu mud makanan.” Kami bertanya: “Dari mana larangan itu? Beliau menjawab: Dari orang-orang Romawi.” (HR. Muslim)

Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan: “Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).

Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana:

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Fathul Bari (6/610)]. Wallahu a’lam.

Read More...
gravatar

Islam dan Affirmative Action Terhadap Perempuan

Berbicara tentang wanita berarti berbicara tentang bagaimana peradaban dunia ke depan. Wanita menjadi simbol baik atau tidaknya sebuah peradaban. Ketika Islam datang, ayat yang mewajibkan setiap muslimah untuk berhijablah yang pertama kali turun. Bukan sembarang ayat. Perintah ini diterjemahkan sebagai bentuk penghormatan Islam terhadap kaum perempuan.
Perempuan dinilai berharga dan harus dilindungi agar menjadi cermin yang memantulkan cahaya Islam yang murni. Inilah yang namanya affirmative action yang tidak sekadar berlandaskan emosi menuju kesetaraan, namun berasal dari kecintaan Nya pada perempuan.
Berkaca pada sahabiyah yang pada saat turun perintah wajib berjilbab bersegera untuk melaksanakannya, sungguh hal yang kontra dengan keadaan perempuan Indonesia saat ini. Perempuan dinilai hanya sekadar pemuas nafsu belaka, barang yang hanya untuk dinikmati tanpa dihargai dan masih banyak yang berpikir bahwa sosok perempuan tidak lebih dari sekedar barang yang bisa dibeli.
Sungguh realita yang mencengangkan mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk perempuan yang lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Kedudukan perempuan masih belum sebagai subjek yang harus dipenuhui hak-haknya, tetapi hanya sebgai objek dari peraturan yang dijadikan kambing hitam bahwa Negara ini sudah menempatkan hak-hak yang semestinya bagi seorang perempuan.
Jangan berharap pada sebuah Negara yang tidak konkret menyelesaikan sebuah permasalahan. Hanya menjalankan kewajiban tanpa melihat esensi dari dikeluarkannya sebuah peraturan. Maka, Islam tampil sebagai solusi. Islam bukan Negara, bukan sebuah wilayah dan bukan pula adat sitiadat yang mengekang manusia untuk mentaatinya.
Islam adalah sebuah nilai yang syamil mukamil. Menyeluruh dan hadir di setiap relung kehidupan sebagai penebar benih kebermanfaaatan untuk seluruh alam. Maka, Islam menjadi solusi dari permasalahan perempuan yang belum terakomodir kepentingannya. Lihatlah bagaimana Islam menempatkan posisi perempuan setara dengan laki-laki menuju jalan ketaqwaan:

Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dileibihmkan Allah kepada sebagian kamu aats sebagian yang lain. Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonkanlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya . sungguh, Allah Maha Mengetahui sebagala sesuatu. (QS.An-Nisa’:32)

Dari ayat tersebut dapat dijelaskan bahwa Islam memandang laki-laki dan perempuan sama dalam mengusahakan kebaikan untuk dirinya. Setiap pengorbanan laki-laki akan dihargai sesuai dengan apa yang dikorbankanya itu, begitu pula perempuan. Pada akhirnya, perempuan juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan balasan yang lebih baik.

Islam memberikan kesempatan yang sama untuk perempuan agar menuntut ilmu, sebagaimana Aisyah adalah seorang ahli hadist yang dijadikan rujukan bagi para sahabat. Keistimewaan lain adalah melahirkan merupakan jihad bagi seorang perempuan, melahirkan dan menjadi seorang ibu merupakan hal yang bisa mengantarkan seorang perempuan mendapat kedudukan yang lebih tinggi dari perempuan yang tidak menjalankan perannya dengan setulus hati.
Peran menjadi seorang istri dan ibu merupakan bentuk perlindungan agar perempuan terjaga hak-hak kewanitaannya. Dianjurkannya perempuan untuk lebih memilih sholat di rumah dibandingkan di mesjid adalah bentuk perlindungan lain agar perempuan tidak terkontaminasi dengan nilai-nilai yang merusak kehormatan mereka. Nah, manakah sisi dari Islam yang tidak melindungi perempuan? Islam jauh lebih menerapkan affirmative action terhadap perempuan sebelum para feminis menggaungkannya.
Perempuan Indonesia harus memahami hakekat keberadaan mereka dan bagaimana menjalankan Islam dengan sebaiknya karena Islamlah satu-satunya yang mengerti perempuan.
Dengan pemahaman tersebut, tidak akan terdengar kasus pelecehan seksual, pemerkosaan, pemasungan hak-hak ketenagakerjaan, perlakuan tidak adil dari masyarakat dan bentuk diskriminasi lain. Sebagaimana laki-laki ditempatkan memiliki kelebihan terhadap suatu hal, maka perempuan dalam Islam dipandang mempunyai nilai lebih dalam menjadi parameter sebuah peradaban. Tak hanya di Negara yang berideologikan pancasila ini, tetapi juga di dunia.

sumber : www.eramuslim.com

Read More...
gravatar

5 Tipe Wanita dalam Alqur'an

Setidaknya ada lima tipe wanita dalam Alqur'an.
Pertama, tipe pejuang. Wanita tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani menanggung resiko apapun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan. Tipe ini diwakili oleh Siti Aisyah binti Mazahim (istri Fir'aun).Walau berada dalam cengkeraman Fir'aun, Aisyah mampu menjaga akidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah. Aisyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir'aun. Allah SWT mengabadikan doa nya, Dan Allah menjadikan perempuan Fir'aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdoa, Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah disisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim. (QS AtTahrim [66]: 11).

Kedua, tipe wanita yang shalihah yang menjaga kesucian dirinya. Tipe ini diwakili Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan ketaatan kepada Allah. Ia pun sangat konsisten menjaga kesucian dirinya. Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina !. Demikian ungkap Maryam (QS Maryam [19] :20). Karena keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama salah satu surat dalam Alqur'an (QS Maryam [19] ). Maryam pun diamanahi untuk mengasuh dan membesarkan kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS Maryam [19]: 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena kecantikannya, namun karena keshalihan dan kesuciannya.

Ketiga, tipe penghasut, tukang fitnah dan biang gosip. Tipe ini diwakili Hindun, istrinya Abu Lahab. Alqur'an menjulukinya sebagai "Pembawa Kayu Bakar" alias penyebar fitnah. Dalam istilah sekarang wanita penyiram bensin. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut (QS Al Lahab [111]: 1-5). Bersama suaminya, Hindu bahu membahu menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.

Keempat, tipe wanita penggoda. Tipe ini diperankan Zulaikha saat menggoda nabi Yusuf. Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Alqur'an, Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal dirumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, Marilah kesini. Yusuf berkata, Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung (QS Yusuf[12]: 23)

Kelima, tipe wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah SWT memuji wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti dilakukan perempuan Fir'aun (QS At Tahrim [66] :11). Namun, pada saat bersamaan Allah pun mengecam perempuan yang berkhianat kepada suaminya (yang shaleh). Istrinya Nabi Nuh  dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah.

Difirmankan, Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada dibawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh diantara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada keduanya), masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). (QS AtTahrim [66] : 10).

Wanita-wanita yang dikisahkan Alqur'an ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang. Ada tipe pejuang yang kokoh keimanannya. Ada wanita shalehah yang tangguh dalam ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri. Ada pula tipe penghasut, penggoda dan penghianat. Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tipe pertama dan kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Sedangkan bila kita memilih tiga tipe terakhir, kehinaan di dunia dan kesengsaraan akhiratlah akan kita rasakan.

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa (QS An Nuur[24] : 34).
Wallaahu a'lam.

Read More...

Link Sahabat

Kategori

Pengunjung

free counters