Archives
CALIFORNIA - Perdebatan panas antara Google dan Microsoft terkait mesin pencari Bing belum menunjukkan tanda akan berakhir. Setelah melontarkan pembelaan melalui eksekutif Harry Shum, kini giliran pejabat senior online Microsoft Yusuf Mehdi angkat bicara.
Situs Pemerintah Mesir Dibajak
JAKARTA - Sekelompok peretas berhasil melumpuhkan website resmi Pemerintah Mesir sebagai bagian dari bentuk protes terhadap rezim Hosni Mubarak.
Menteri Komunikasi Mesir, Gregg Housh menyatakan situs pemerintah lumpuh pada Rabu sore waktu setempat. Para penyerangnya, kata Housh, adalah kubu kontra pemerintah.
Seperti dikutip dari Reuters, Housh mengungkapkan bulan lalu kelompok peretas ini juga membajak website Pemerintah Tunisian dan bursa saham yang bertujuan untuk menjungkalkan rezim Zine el-Abidine Ben Ali.
Housh menegaskan aksi para peretas ini sebagai bagian dari upaya menentang kebijakan pemerintah Mesir mematikan jaringan internet sejak pekan lalu.
“Kami menuntut kebebasan,” ujar para peretas tersebut. “Kami sudah muak dengan rezim represif Mubarok.”
sumber : international.okezone.com
"Mubarak Pergi atau Kita yang Syahid"
KAIRO - Pada Jumat 4 Februari besok diperkirakan protes menuntut Presiden Mesir Husni Mubarak untuk mundur akan terus berlangsung sengit. Dengan lantang para pengunjuk rasa menyiapkan slogan bersama, "kita tetap bertahan. Mubarak pergi atau kita yang syahid."
Jelas sekali bila tidak ada niat dari para pengunjuk rasa untuk mundur dari aksi mereka yang sudah berlangsung lebih dari sepekan ini.
Berdasarkan korespondensi Okezone dengan seorang mahasiswa Indonesia di Naser City, Mesir, para pengunjuk rasa sepertinya tidak ingin menyelesaikan aksi demonstrasi sebelum Presiden Mubarak turun.
Menurut Erdian, mahasiswa Indonesia jurusan Bahasa Arab Al Azhar, motto "kita tetap bertahan. Mubarak pergi atau kita yang syahid," ini didengungkan oleh para pengunjuk rasa menjelang ultimatum yang diberikan kepada Mubarak, untuk mundur hari Jumat.
Erdian juga mengaku masih mendengar suara tembakan yang entah berasal dari kelompok pendukung Mubarak atau anti-Mubarak.
Hingga kini keadaan di Mesir memang terus mencekam. Massa anti-pemerintah terus bertahan di Tahrir Square, mereka dipisahkan oleh pihak militer yang menjaga dari serangan massa pro-pemerintah. Tercatat lima orang massa anti-pemerintah dilaporkan tewas dalam aksi penembakan yang terjadi pagi hari ini.
Sebelumnya tiga orang lainnya dikabarkan tewas dalam aksi penembakan yang terjadi pada hari Rabu 2 Februari malam waktu setempat. sumber : international.okezone.com
Jelas sekali bila tidak ada niat dari para pengunjuk rasa untuk mundur dari aksi mereka yang sudah berlangsung lebih dari sepekan ini.
Berdasarkan korespondensi Okezone dengan seorang mahasiswa Indonesia di Naser City, Mesir, para pengunjuk rasa sepertinya tidak ingin menyelesaikan aksi demonstrasi sebelum Presiden Mubarak turun.
Menurut Erdian, mahasiswa Indonesia jurusan Bahasa Arab Al Azhar, motto "kita tetap bertahan. Mubarak pergi atau kita yang syahid," ini didengungkan oleh para pengunjuk rasa menjelang ultimatum yang diberikan kepada Mubarak, untuk mundur hari Jumat.
Erdian juga mengaku masih mendengar suara tembakan yang entah berasal dari kelompok pendukung Mubarak atau anti-Mubarak.
Hingga kini keadaan di Mesir memang terus mencekam. Massa anti-pemerintah terus bertahan di Tahrir Square, mereka dipisahkan oleh pihak militer yang menjaga dari serangan massa pro-pemerintah. Tercatat lima orang massa anti-pemerintah dilaporkan tewas dalam aksi penembakan yang terjadi pagi hari ini.
Sebelumnya tiga orang lainnya dikabarkan tewas dalam aksi penembakan yang terjadi pada hari Rabu 2 Februari malam waktu setempat.
900 Juta Pengguna Internet Explorer Dalam Bahaya
SAN FRANCISCO - Sebanyak 900 juta pengguna yang menggunakan Internet Explorer tengah dalam bahaya. Microsoft menyatakan bahwa ditemukan celah (bug) yang dapat dimanfaatkan oleh para peretas dalam layanan browser mereka.
"Kami menyadari informasi yang dipublikasikan dan bukti kode dari bug di IE yang mencoba untuk mengeksploitasi celah ini, tapi kami belum melihat adanya indikasi eksploitasi aktif," terang Juru bicara Microsoft, Angela Gunn, seperti dilansir Tech Eye, Rabu (2/2/2011).
Gunn juga menambahkan bahwa bisa saja celah keamanan ini menginfeksi seluruh platform buatan Windows, mulai dari Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows Server 2003 dan Windows Server 2008. Ini artinya hampir semua pengguna Windows yang menggunakan alat peramban ini tengah menghadapi krisis.
Kesalahan terletak pada protokol handler MHTML, yang digunakan oleh aplikasi untuk membuat beberapa jenis dokumen. Menurut pernyataan, penyerang bisa membangun link HTML yang dirancang untuk memicu skrip berbahaya dan kemudian membujuk pengguna yang ditargetkan untuk mengklik situs yang telah disusupi tersebut.
"Hacker bisa membangun link HTML untuk menjebak dan mencuri identitas korban," katanya.
"Tim keamanan kami memberikan solusi dengan merekomendasikan pelanggan kami untuk menerapkan 'mengunci' protokol MHTML. Kami menyediakan Microsoft Fix untuk lebih mengotomatisasi instalasi, "kata Gunn.
Sampai saat ini belum ada korban yang berjatuhan karena lubang di alat peramban tersebut. Namun Microsoft tetap meminta agar penggunanya tetap waspada.
sumber : techno.okezone.com
Hiraukan Seruan Militer, Demonstran Mesir Tetap Tuntut Mubarak Turun
Pengunjuk rasa Mesir berkumpul di Kairo Tahrir Square pada hari kesembilan aksi unjuk rasa revolusi, memperbarui seruan mereka untuk pemecatan presiden dengan meneriakkan slogan-slogan anti-Mubarak.
Read More...
Massa, yang berkumpul di alun-alun pada hari Rabu pagi ini (2/2), meneriakkan "Kami tidak akan pergi, ia yang akan pergi."
Sementara itu, juru bicara militer mengumumkan di televisi menyatakan bahwa militer Mesir meminta para pengunjuk rasa untuk pulang.
Kelompok-kelompok oposisi telah menandai Jumat sebagai "hari keberangkatan" untuk Presiden Hosni Mubarak, dan meminta dia untuk segera mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sementara sampai pemilihan presiden dapat diselenggarakan pada bulan September.
sumber : www.eramuslim.com








